Sabtu, 30 Mei 2009

KEBEBASAN KEKUASAAN PERS AMERIKA

Media atau pers di Amerika telah menjadi suatu bentuk kekuasaan yang baru yang bahkan sanggup mengendalikan alur roda pemerintahan negeri tersebut. Agaknya pernyataan Foucault bahwa pengetahuan merupakan bagian dari kekuasaan begitu menemukan kebenarannya pada realita media di Amerika. Sebagai salah satu alat untuk membentuk pengetahuan publik, media sangatlah efektif efeknya pada pemerintahan amerika. Fakta bahwa selain opini publik terbentuk salah satunya oleh kuasa media membuat pemerintah Amerika berusaha mengendalikan media di atas prinsip kebebasan persnya atau yang akan terjadi adalah sebaliknya, pemerintahlah yang dikendalikan media. Kita mungkin telah tahu lagu American Idiot karya grup music terkenal Amerika Green Day yang melukiskan betapa besar pengaruh media di Negara itu. Beberapa ketidakstabilan politik dalam sejarah Amerika pun menjadi bukti sahih dari lagu tersebut, sebagai contoh adalah kasus Watergate presiden Nixon yang membuatnya mengundurkan diri, lalu skandal antara Bill Clinton dan Monica Lewinsky yang pada akhirnya menjadi pemicu buruknya citra presiden tersebut di mata Amerika dan dunia, dan yang terakhir adalah foto-foto mengenaskan tentang keaadaan tawanan perang Irak yang menyebabkan semakin banyak penduduk amerika yang kontra atau menentang perang tersebut. Semua menjadi bukti betapa besar pengaruh media di Amerika, entah itu berefek baik atau buruk pada pemerintahannya.
Kebebasan pers yang selama ini diagung-agungkan oleh kalangan pemerintah Amerika sendiri sepertinya harus mulai dikaji ulang. Meskipun di sana sudah terdapat batasan-batasan dalam perundang-undangan Amerika, tetapi tetap saja kebebasan media masih sulit dibendung arusnya dan telah menjadi salah satu bentuk alat kekusaan baru. Apalagi dengan adanya berbagai bentuk media yang beragam dari media cetak, televisi, radio sampai internet, masyarakat lebih mudah mengakses berita dan teknologi informasi yang berkembang pesat membuat arus komunikasi dan informasi dapat berlangsung dengan begitu cepat antar semua titik di belahan dunia manapun. Seharusnya pemerintah Amerika dapat memperhitungkan hal ini sebelumnya. Memang media juga bias dijadikan alat kekuasaan yang efektif untuk mendukung kebijakan pemerintah Amerika, tetapi mereka juga harus sadar akan bahayanya. Media adalah salah satu alat kekuasaan yang sulit dikontrol oleh pemerintah dari Negara apapaun kecuali jika ada larangan kebebasn pers pada Negara tersebut. Masalahnya Amerika adalah Negara yang terkenal menjunjung tinggi demokrasi dan kebebasa, tidak heran jika kebebasan pers pun menjadi sesuatu yang mutlak di negeri Liberty ini. Bahwa kebebasan media pun memiliki akibat yang baik bagi sehatnya pemerintahan sebuah Negara memang benar, namun sebagai Negara dengan pemerintahan yang begitu dikuasai media seperti itu, Amerika harus memilih antara mepertahankan citranya sebagai symbol demokrasi dunia dengan konsep kebebasan persnya atau mulai memberi batasann yang lebih keras pada media untuk mengurangi pengaruhnya pada masyarakat dan lebih jauh lagi untuk mengendalikan alat kekuasaan ini.

Tidak ada komentar: