1. KIK
Dalam KIK kali ini tetap setia membahas buku fiqih prioritas karya Ustadz Yusuf Qaradhawi. Tema kajian hari itu adalah prioritas ilmu di atas amal. Artinya kita diharapkan memahami dulu ilmu tentang sesuatu yang harus atau akan kita kerjakan sehingga tidak terjadi keslahan yang mungkin sekali berakibat fatal bagi yang lain. Pentingnya pemahaman terletak pada bagaimana tugas itu akan dilakukan. Misalkan ketika seseorang akan menjadi pemimpin, dia harus memahami ilmu sebagai seorang pemimpin sehingga dia dapat memimpin dengan benar dan baik nantinya. Bayangkan saja jika seorang pemimpin tak bias memimpin, hancurlah organisasinya. Di sinilah letak urgensi ilmu daripada amal.
2. TPD
TPD bulan ini khusus regional IV Surabaya tetap membahas materi Leadership. Dalam resume sebelumnya saya sudah menjelaskan mengenai apa yang dimaksud five level leadership yang setelah dijelaskan oleh Pak Arief justru memberikan sebuah imaji yang berbeda bagi saya yang sedikit mempraktikannya dalam laboratorium sebenarnya. Bagi saya, bentuk yang tepat untuk five level leadership ini bukanlah lima tingkat yang semcam pyramid tetapi lebih pada satu kategori Leader di atas sebagai puncak dan empat criteria di bawahnya sebagai pondasi. Sebabnya terutama adalah empat criteria tersebut sebagai aspek pembangun dan alat dari level Leader. Kenapa disebut aspek pembangun ialah karena keempat hal tersebut bias menjadi gerbang bagi seseorang yang ingin memposisikan dirinya dalam sebuah laboratorium kepemimpinan yang nyata. Dikatakan sebagai alat karena sekalipun seseorang telah berada dalam posis leader , dia tetap membutuhkan keempat hal ini untuk menunjang kepemimpinannya karena tiap follower membutuhkan pendekatan yan berbeda-beda. Dalam pandangan saya, keempat criteria bawah tersebut adalah alat ynag harus digunakan untuk mencapai tujuan yaitu mencapai sebuah titik puncak di atasnya sebagai leader.
3. TJ dan SP
Dalam TJ kali ini dibahas bab gaya kepenulisan yang merupakan sesuatu instrument yang penting karena membedakan seorang penulis dengan lainnya. Gaya adalah sesuatu yang khas yang tidak bisa ditiru atau dipelajari. Yang bisa dilakukan hanyalah mempelajari gaya orang lain untuk menambah khasanah bagi gaya kepenulisan kita sendiri.
Sedang dalam SP dibahas bab kepemimpinan yang tak jauh berbeda dari sesi TPD. Dibahas bagaimana pengaruh dapat mendefinisikan kepemimpinan dengan begitu lancer.
4. DT
Dalam DT kita dijelaskan tentang sejarah sains umat dimana kita pernah mengalami masa kejayan. Namun sayangnya saat ini kita berada dalam masa kesuraman. Secara sudut pandang filsafat dapat dikatakan kemajuan sains diawali dengan kemajuan ideology dan pemikiran. Hal inilah yang belum dimiliki umat ini.
5. DPK
Sesi kali ini kami dihadirkan bagaiman prospek sebagai anggota legislatrif.
Begitu banyak tantangan yang harus dihadapi dean sudah merupakan tugas seorang pemimpin melaksanakan tanggung jawab ini. Bukan saja dalam ranah eksekutif.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar