Training Pengembangan Diri
Sesi TPD kali ini membahas tentang pentingnya kemampuan emotional intelligence atau tentang bagaimana kita bisa mengendalikan emosi kita baik dalam diri pribadi maupun dalam berhubungan dengan orang lain. Pemimpin kadang lupa bahwa ia sedang memimpin manusia yang merupakan mahluk unik yang tidak bisa disamaratakan pendekatannya. Sebab itu, pemimpin harus mengetahui bagaimana cara berkomunikasim dengan anak buahnya yang merupakan kumpulan manusia-manusia berbeda. Hal ini akan menjadi sangat sulit bila dilakukan dalam organisasi-organisasi yang tidak memiliki ikatan yang jelas ataupun kuat. Yang lebih menakutkan lagi adalah penggunanan yang salah dari sebuah emotional intelligence yang tidak tepat puls bisa membuat kita terperangkap menjadi dissonant leader yang merupakan penghancur bagi organisasinya sendiri. Dalam artian, sang pemimpin tidak bisa membina hubungan baik dengan anak buahnya atau masih belum selesai dengan masalah emosional pribadinya sendiri sehingga tidak dapat mewujudkan situasi yang kondusif dalam organisasi yang lebih akan memunculkan friksi dan perpecahan yang merugikan.
Kajian Islam Kontemporer
KIK kali ini membahas kelanjutam materi fiqh prioritas. Babnay adalah prioritas pemahaman daripada hapalan. Sebagai contoh dalam berbagai pengambilan keputusan pemerintah di negeri ini yang kebanyakan mengalihkan aspek pemahaman dalam tiap pelaksanaanya. Kebijakan penggusuran misalnay, masyarakat belum dipahamkan mengenai mesensi, tujuan dan sebab diambilnya keputusan tersebut sehingga mereka berontak bahkan solusi dari kebijakan itupun menjadi tidak jelas. Contoh yang lain yang mungkin bisa saya ambil adalah penetapan SPP baru Unairn 2009. Mahasiswa dalam hal ini tidak dilibatkan untuk menjadi paham tentang esensi, tujuan adan penyebab dari kebijakan ini. Bahkan sekali lagi solusinya pun belum jelas. Terang saja jikalau protes terus menerpa pihak universitas.
Training Jurnalistik & Studi Pustaka
Training jurnalistik kali ini membahas teknik publikasi yang merupakan satu instrument penting dalam sebuah karya yang sebnarnya memilki fungsi sebagai sarana publikasinya sendiri. Seorang penulis harus bisa menjalin hubungan yang baik dengan pihak media atau penerbit agar bisa memperluas jaringan pemasaran karya-karyanya. Sedang dalam Studi Pustaka, kita bisa melihat salah satu contoh klasik buku kepemimpinan zaman dahulu ciptaan Dale Carnegie yang disebut-sebut sebagai pionir di bidang kepelatihan kepemimpinan. Dalam teorinya, Dale Carnegie mengatakan bahwa bagainan seorang pemimpin bisa menghimpunanak buahnya dalam sebuah hubungan yang baik akan memiliki korelasi yang positif terhadap organisasi yang dipimpinnya karena semakin nyaman orang berada dio suatu tempat, semakin besar kemungkin dia bisa mengeluarkan potensinay menjadi wujud hasiol kerja yang nyata.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar