Jumat, 13 Maret 2009

resume februari

1. TPD
Dalam tingkatan kepemimpinan, yang harus kita perhatikan terlebih dulu adalah esensi dari apa yang dinamakan kepemimpinan itu sendiri. Kepemimpinan dibangun atas dasar trust and respect. Kepemimpinan dibangun dan ditumbuhkan, bukan dilahirkan. Harus ada proses berkelanjutan untuk menempa kepemimpinan itu. Posisi seorang pemimpin berbeda dengan pimpinan, seorang ketua organisasi tidak serta merta menjadi pemimpin karena pemimpin itu adalah sebuah pilihan yang akan kita ambil dalam perjalanan hidup kita sebagai manusia. Dalam 5 tingkatan leader, pemimpin dipatuhi anggotanya dengan motivasi yang berbeda-beda. Dimulai dari yang paling rendah, posisi structural, hubungan interpersonal, prestasi, kontribusi dan personal quality as a leader. Sebab sebuah kepemimpinan adalah sebuah proses, tidak masalah dimana kita berdiri sekarang, tapi bagaimana kita berada di masa depan. Sebuah kepemimpinan tak bisa dilepaskan dari sebuah aspek kebersamaan dengan anggota karena seornag pemimpin harus sadar akan tanggung jawab yang ia dapatakan sebagai konsekuensi dari anggota yang ia pimpin. 
2. DT
Pada pertemuan kali ini, kami bertemu dengan Prof. Dr. Ki Supriyoko membahas implikasi disahkannya UU BHP bagi masa depan pendidikan di Indonesia. Dengan referensi jumlah mahasiswa di Indonesia yang cuma 2.7 juta dan jumlah penduduknya 250 juta jiwa, maka sangat memprihatikan apabila sarana pendidikan tidak diolah dengan seprofesional mungkin. Apalagi dengan angka perbandingan jumlah mahasiswa dengan jumlah penduduk usia mahasiswa yang hanya 13.9 %, maka realitas UU BHP harus dikaji ulang. Pada prinsipnya. UU BHP ini memiliki banyak kelebihany yang dengan tidak beruntungnya justru ditafsirkan berbeda oleh beberapa mahasiswa dan masyarakat umum yang takut akan implementasi dari UU BHP ini jika diterapkan nanti menemui penyelewengan. Akibat-akibat yang mungkin terjadi yang seharusnya kita sadari adalah bahwa kualitas pendidikan tidak akan berubah karena UU, penyelenggara pendidikan terkuras energinya menghadapi keruwetan penyelenggaraan, dan UU tidak akan baik jika tidak akan diimbangi implementasi di lapangan. 
3. DPK
Dalam pertemuan kali ini, kami membahas profesionalitas dan profesionalisme yang merupakan masalah utama yang dihadapi umat Islam kontemporer. Perlu kita ketahui, kebersihan dan integritas adalah nilai-nilai yang sudah ada dalam Islam sejak dulu, namun pada kenyataannya banyak institusi yang mengaku islami tidak dapat mewujudkannya dalam dunia nyata. Hal inilah yang menjadi problem kita ke depan untuk diubah menjadi lebih baik. Bukan hanya pada tataran praktisnya, tapi juga pada tataran isme yang menjadi mindset kita. 
4. TJ dan SP
Pada training jurnalistik kali ini kami membahas pentingnya perpustakaan pribadi untuk menambah dan menyimpan referensi yang kita butuhkan. Dengan adanya manajemen perpustakaan yang baik, maka kita tidak akan susah untuk menemukan literatur yang kita butuhkan untuk sebuah karya yang ingin kita buat karena perlu diingat dalam sebuah argumen adalah sebuah bahasa universal yang dipahami oleh semua orang. Sedang dalam studi pustaka dibahas buku umat islam menyongsong abad 21 karya Dr. Yusuf Qaradhawi. Buku ini mengupas keberhasilan dan kegagalan umat islam saat ini. Yang paling menarik adalah fakta bahwa buku ini ditulis dengan begitu objektif.
5. KIK
KIK kali ini membahas fiqih prioritas dalam urutan ibadah dan usul fiqihnya. Fiqih prioritas membahas dimana skala prioritas kita harus ditetapkan. Sebagai contoh yang melibatkan nyawa manusia atau melanggar larangan semacam makanan haram dan sentuhan lawan jenis tentulah yang harus didahulukan adalah nyawa manusia dengan pelaksanaan yang proporsional. Tapi jangan perbah menempatkan skala prioritas yang tidak tepat karena keadaan yang timbul akibat kesalahan kita. Sebab tentu saja konteksnya berbeda. 

Tidak ada komentar: