Jumat, 13 Maret 2009

"Pengecualian Amerika"

Sejarah memuat begitu banyak pengecualian yang dilakukan amerika baik dalam lingkup internal maupun eksternalnya. Pengecualian yang telah melahirkan sebuah konstruksi besar tentang amerika yang besar saat ini. Sebuah negara yang bias dikatakan sebagai satu-satunya negara adidaya yang berkuasa di dunia. Superioritasnya tidak diragukan selama bertahun-tahun pasca perang dunia dan perang dingin berakhir. Sebab pengetahuan dan sejarah selalu berkorelasi erat dengan kekuasaan, tidak salah jika segala pengecualian yang dibuat oleh amerika merupakan alat yang ditujukan untuk membentuk kekuasaan sebuah dunia baru sebagai “The New Era of America”.
Pengecualian dimulai ketika negara ini akan berdiri. Berbondong-bondong manusia pelarian dari eropa menuju sebuah benua baru yang kaya akan sumber daya ala mini. Semua orang datang membawa harapan baru akan terbebasnya mereka dari penindasan feodalisme eropa dengan membentuk koloni-koloni di wilayah yang ditemukan Columbus ini. Nilai kebebasan dan kesetaran menjadi hal fundamentalis yang penting sebagai tonggak perjuangan kemerdekaan amerika. Semua koloni bersatu untuk satu cita-cita ini seperti tertuang dalam “Declaration of Independence” amerika. Sebuah deklarasi yang dianggap salah satu pondasi “Human Rights” tidak cuma di Amerika, tetapi juga di dunia. Di sinilah pengecualian pertama terjadi. Kebebasan dan kesetaraan hanyalah milik kaum kulit putih buangan eropa, bukan milik mereka kaum budak dari afrika. Bahkan tersingkirnya kaum penduduk asli amerika, yang mereka panggil suku Indian, sudah lama dirancang dan diaplikasikan. 
Pada periode selanjutnya, banyak pejuang amerika baik kulit putih seperti Abraham Lincoln pada perang sipil amerika, maupun tokoh kulit hitam Martin Luther Jr. mengupayakan tercapainya kebebasan dan kesetaraan antara masyarakat kulit hitam dan putih di amerika. Baru pada tahun 2009, salah satu indikasi tercapainya tujuan mereka terwujud dengan terpilihnya presiden kulit hitam pertama di amerika yaitu Barrack Obama, meskipun Obama bukanlah seorang kulit hitam sejati karena dia keturunan perpaduan afrika-amerika. Sekarang amerika menjadi negara terbuka dengan begitu banyak etnis yang tergabung di dalamnya, termasuk kaum pendatang baru dari asia dan amerika latin. Kesetaraan gender pun mereka rangkum dalam apa yang disebut demokrasi amerika. Namun pengecualian masih belum berhenti dalam sejarah yang mereka katakan telah terhenti.
Kesetaran dan kebebasan itu termanifestasi dalam sebuah pengkhianatan besar dalam politik luar negeri amerika. Penerapan standar ganda dalam hubungan amerika dan dunia internasional tercermin jelas dalam kasus Israel-Palestina, konflik mereka dengan Iran dan kampanye perang melawan terorisme global mereka di Afghanistan. Banyak pengecualian diciptakan untuk menjaga posisi terdepan amerika sebagai kekuatan terdepan dan satu-satunya di dunia. Salah satu contoh yang berhubungan langsung dengan negara kita adalah ketika terjadi kasus pengeboman Borobudur tahun 80-an, amerika tidak terlau keras berbicara, tapi hal itu tidak terjadi ketika kasus bom Bali menimpa Indonesia belakangan ini, amerika tentu saja berteriak lantang memaksa pemerintah Indonesia bertindak cepat layaknya apa yang terjadi di Timor Leste. Hal ini cukuplah menunjukkan betapa amerika memainkan topeng yang berbeda pada politik luar negerinya yang berhubungan dengan kepentingan pribadi amerika, kampanye global “War on Terror” misalnya. 
Negara yang dibentuk di atas berbagai pengecualian untuk melegitimasi kemerdekannya ini pun dalam perkembangannya telah menciptakan begitu banyak pengecualian untuk melanggengkan kekuasaan mereka pada negeri mereka sendiri dan dunia di sekitarnya. Masyarakat dunia pun dibuat terbelalak karena mereka harus memandang amerika sebagai Amerika dengan huruf “A” besar, bukan sekedar amerika dengan huruf “a” kecil. Sampai kapanpun pengecualian amerika akan terus melahirkan wujudnya yang baru hingga masa jatuhnya negara superpower ini karena sejarah selalu berganti dan tak pernah berhenti di titik manapun ia berada. 

Tidak ada komentar: