Amerika tumbuh sebagai Negara tujuan baru para immigrant pasca munculnya Negara tersebut sebagai kekuatan baru di dunia. Negara ini dipandang sebagai sebuah Negara impian yang menjanjikan banyak keuntungan bagi kaum pendatang di sana. Nilai-nilai yang dipropagandakan amerika sebagai kebebasan, persamaan, dan kesejahteraan di negerinya telah menarik begitu banyak immigran untuk masuk ke sana. Bahkan dengan berbagai krisis yang dialami negara ini, impian untuk menjadi bagian darinya masih menjangkiti kebanyakan masyarakat dunia. Namun, konsep amerika sebagai negara impian seharusnya menjadi pertanyaan yang harus dijawab oleh sang “amerika” sendiri.
Dengan diangkatnya Obama sebagai presiden kulit hitam pertama, harapan baru bahwa amerika akan semakin terbuka telah muncul di kalangan penduduk amerika dan dunia. Padahal dalam kehidupan di dalam masyarakat amerika sendiri, masalah-masalah perbedaan ras, kemiskinan dan kriminalitas masih menjadi topik utama. Konsep impian amerika yang dibangun di atas masyarakat amerika yang beraneka ragam sebenarnya telah membawa amerika kepada masalah baru karena kontrol yang sulit diantisipasi untuk mempersatukan poerbedaan-perbedaan itu dalam masyarakat amerika yang senantiasa bertambah jumlahnya sebagai dampak membludaknya imigrasi.
Identitas nasional amerika yang telah lama menjadi perdebatan dalam kehidupan amerika saat ini semakin menemukan keruwetannya. Semakin banyak masyarakat yang bergabung dalam masyarkat amerika sama artinya semakin banyak konflik kebudayaan akan lahir dalam konsep identitas nasional amerika. Bukan rahasia jika maenyatukan berbagai unsur keamerikaan dalam sebuah wadah bernama amerika itu sangat sulit. Jarak pengertian antara masyarakat penghuni amerika dengat pendatang atau kaum imigran terlalu sulit ditemukan persinggahannya. Belum lagi begitu bayak masalah sosial dan ekonomi yang dihadapi amerika dalam masa krisis ini.
Pemerintah amerika seharusnya telah menyadari potensi dari masalah immigrant ini. Lebih jauh lagi konsep negara impian amerika harus dikaji ulang oleh amerika sendiri. Apabila amerika masih bersikeras membuat propaganada melalui media dengan tipuan mereka, masalah-masalah yang mereka hadapi tentang para imigran ini jusatru takkan pernah selesai dengan arus pendatang yang berkelanjutan terus. Amerika harus memilih antara mempertahankan citranya atau mengambil langkah strategis yang menghancurkan konsep impian amerika demi terselesainya masalahnya tersebut.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar