Selasa, 06 Oktober 2009
THE ROLE OF CROSS CULTURAL UNDERSTANDING TO BUILD A BETTER RELATIONSHIP AMONG THE PEOPLE OF WORLD
In my country, Indonesia, we’ve many differences in our societies and cultures because we are the largest archipelago country in the world with various races, religions, ethnics and groups. It’s always be a hard thing to bring the peace in our diverse nation, but we can. It refers to a cross cultural understanding we attempt to accomplish in our pluralism, though any conflict still happens in past till today. But we believe that we have walked in the true path. Everything needs process to end in a great result, we are still in the way to get it. In fact we’ve built a foundation of the culture of peace itself and it has made great changes in our relationship as a nation from long years ago when we recognized as nation and today realities.
I believe in the importance of cross cultural understanding towards the social relationship because I’ve found the evidences not only in my country but also in a country that everyone knows, United States. This semester I take an American Studies-class, therefore I’m sure to say that we absolutely need a course of cross cultural understanding in each school rooms in whole part of this world. US shows that in their pluralistic society, they can establish a great unity and understanding through the different societies by a consciously concern in the matter of cross cultural understanding subject. My country and US perhaps can’t represent the world in a whole, but we’ve launched the sample of the use of cross cultural understanding to make a better world in peace and in broadly explanation, we have made it more than a half.
Based on my experiences, the medias of cross cultural understanding can use the tools of the internet and the worldwide web social networks that connect all the people in all over the world, such as www.myspace.com, www.livemocha.com or www.facebook.com. Anyone joins in that network can share information and knowledges about their own cultures and society. Thus, they’ve already done a cross cultural understanding indirectly without they have expected before. This knowledge sharing will improve their understanding about the character of the people outside their country and by the internet the progress will be borderless. Actually the information of the events occurring in each country can give a reference in the way people get an introducing of cross cultural understanding because mankind can’t be separated from both of the historical and cultural situations surrounding themselves. For instance, I can be surprised by the fact that some of my friends in US and Iran hate their president, Obama and Ahmadinejad. As far as I know from the media, Ahmadinejad is one of the most bravery president in the world but my friend said that most of Iranian are being afraid because his act that probably gives back the trauma of war into the Iranian. In other side, I thought the election of Obama will be accepted by the Americans, but one of my chat friend said that it isn’t right because he is weak in foreign policy. There are many samples else that I can’t write in this essay like the image of China. In these network on internet, we can share much knowledge about the information of the world cultures and conditions in other countries that will encourage us to learn what we called a cross cultural understanding.
In international relationship or in any relationship else, we may face any differences that against us to be more acceptable with others. Because we are human being who everyone has attitude and behavior based on their own cultures, thus the cross cultural understanding acknowledgements are very vital if we want to speak in a larger spaces like across the nations in the world. I imagine if in each part of our planet, every country make a cross cultural understanding as a compulsory course in all school they have, the world is surely going to be a better place where people can live in peace. After all a research on the importance of cross cultural understanding education is completely necessary and we will save our self and our next generation.
Sabtu, 30 Mei 2009
KEBEBASAN KEKUASAAN PERS AMERIKA
Kebebasan pers yang selama ini diagung-agungkan oleh kalangan pemerintah Amerika sendiri sepertinya harus mulai dikaji ulang. Meskipun di sana sudah terdapat batasan-batasan dalam perundang-undangan Amerika, tetapi tetap saja kebebasan media masih sulit dibendung arusnya dan telah menjadi salah satu bentuk alat kekusaan baru. Apalagi dengan adanya berbagai bentuk media yang beragam dari media cetak, televisi, radio sampai internet, masyarakat lebih mudah mengakses berita dan teknologi informasi yang berkembang pesat membuat arus komunikasi dan informasi dapat berlangsung dengan begitu cepat antar semua titik di belahan dunia manapun. Seharusnya pemerintah Amerika dapat memperhitungkan hal ini sebelumnya. Memang media juga bias dijadikan alat kekuasaan yang efektif untuk mendukung kebijakan pemerintah Amerika, tetapi mereka juga harus sadar akan bahayanya. Media adalah salah satu alat kekuasaan yang sulit dikontrol oleh pemerintah dari Negara apapaun kecuali jika ada larangan kebebasn pers pada Negara tersebut. Masalahnya Amerika adalah Negara yang terkenal menjunjung tinggi demokrasi dan kebebasa, tidak heran jika kebebasan pers pun menjadi sesuatu yang mutlak di negeri Liberty ini. Bahwa kebebasan media pun memiliki akibat yang baik bagi sehatnya pemerintahan sebuah Negara memang benar, namun sebagai Negara dengan pemerintahan yang begitu dikuasai media seperti itu, Amerika harus memilih antara mepertahankan citranya sebagai symbol demokrasi dunia dengan konsep kebebasan persnya atau mulai memberi batasann yang lebih keras pada media untuk mengurangi pengaruhnya pada masyarakat dan lebih jauh lagi untuk mengendalikan alat kekuasaan ini.
Resume Bulan Mei
Interpersonal skils. Interpersonal skils didefinisikan sebagai kemampuan berdamai dan berhubungan baik dengan diri sendiri. Dalam artian seorang pemimpin harus selesai dengan dirinya dulu sebelum dia berangkat untuk merngurus anak buahnya. Jika seorang pemimpin tidak memiliki kemampuan untuk mendamaikan dirinya sendiri, niscaya akan banyak kepentingan organisasi yang dia korbankan untuk kepentingannya sendiri. Dia harus dapat mengendalikan emosinya dan mengarahkannya untuk sesuatu yang baik karena bahkan sebuah amarah bisa menjadi sebuah alat untuk memotivasi anak buahnya. Dia harus bisa menyeimbangkan antara otak dan hatinya. Dua hal ini sangat penting sebagai aspek yang menentukan sebuah pengambilan keputusan yang akan berefek pada anak buahnya.
2. Training Jurnalistik Dan Studi Pustaka
Dalam kesempatan kali ini, kami membahas bagaimana tulisan dalam bahasa asing dibuat dan teknik menaggapi tulisan orang lain. Sebagia contohnya adalah tulisan P. Sapto sendiri yang berjudul Why Should be Afraid with Islamic Party?.tulisan ini dimuat untuk membalas tulisan yang bernada miring tentang eksistensi partai-partai Islam yang ada dalam pemilu Indonesia. Sedangkan studi pustaka membahas buku bertajuk “Model Kepemimpinan dalam Islam” Karya Mustofa M. Thalhah. Buku ini mencantumkan intisari serta rangkuman mengenai pemimpin dalam dunia Islam, misalnya : Mustafa as Sibai, Izzudin al Qassam, Muhammad bin Badis, Maulana Abul A’la al Maududi, Said badi’uzzaman an Nursi yang merupakan pemimpin-pemimpin hebat pada masanya.
3. KIK
Ikhsanul ’amal dan Etos Kerja dalam Perspektif Islam adealah tema KIK kali ini yang disampaikan oleh Ust. Bambang yang menjabat sebagai salah satu direktur di perusahaan Indosat. Materi yang sempat beliau sampaikan adalah mengenai sebab-sebab kemunduran umat (menurut al Ghazali) sebagai berikut:
1. Meninggalkan Sunatullah
2. Bodoh terhadap dunia
3. Merebaknya faham Jabbariyah
4. Kemunduran IPTEK dan pemikiran
5. Lemahnya perencanaan atas program, termasuk ketiadaan Career Plan
6. Tidak profesional dalam beramal
Ini adalah kali kedua saya bertemu dengan Ust. Bambang. Sebelumnya bertemu di Yogyakarta saat studi banding, satu-satunya hal yang paling tergiang di otak saya adalah mengenai bagaimana Idealisme itu harus dipaki fleksibel dalam dunia kerja yang nyata. Meskipun saya sendiri bukan seorang idealis.
4. Diskusi Pasca Kampus
Tantangan di Dunia Birokrasi adalah tema yang akan dibahas kali ini. Pada awalnya kami berharap Bapak Fasich selaku rektor Unair bisa mengisi materi, tetapi beliau kemudian mewakilkannya dan akhirnya tak jadi. Beruntungnya Bapah Imam selaku pembina PPSDMS bisa hadir dan menyampaikan materi tersebut. Beliau menjelaskan betapa ruwet, kalau tidak boleh dikatakan hancur, alur birokrasi di Indonesia sekarang. Banyak tantangannya seperti korupsi, kolusi, dan nepotisme. Salah satu yang menyeruak pikiran saya adalah adanya tantangan birokrasi yang cukup ketat dalam tubuh dunia dosen dimana seharusny intelektualitas dijaga tenyata mengandung begitu banyak persaingan tidak sehat di dalamnya. Hal ini disampaikan langsung oleh Pak Imam yang merupakan dosen Fakultas Hukum Universitas Airlangga saat ini.
5. Dialog Tokoh
Materi yang disampaikan oleh mantan rector ke-4 ITS cukup menarik pada satu hal yang dapat kita jadikan sebagai pelajaran bahwa sebagai pemimpin atau untuk menjadi pemimpin, kita tidak harus mengajukan diri. Menurut hemat saya, hal itu mungkin sesuai dengan keadaan Indonesia atau dunia di masa lalu. Namun berkaca pada hari ini dimana sistim demokrasi manjadi satu hal yang satu-satunya dianggap benar atau mereprsentasikan kebenaran, hal semacam itu amat sulit terjadi. Sekarang adalah jaman ketika kampanye menjadi komponen penting dalam pemilihan yang calonnya mengajukan diri sendiri. Satu hal yang patut dicontoh dari beliau adalh konsistensi dan keikhlasannya dalam menjalani pekerjaan atau beban yang diberikan pada dirinya.
Kamis, 30 April 2009
PAHLAWAN AMERIKA
Selama ini kita banyak mengenal beragam film dan komik Amerika yang menampilkan sosok pahlawan atau tokoh utamanya yang identik dengan kekuatan fisik yang besar seperti Jesse James, Captain America atau Spiderman. Kesemua tokoh tersebut memiliki kekuatan spesial terutama pada penonjolan aspek fisiknya. Dapat dikatakan bahwa konsep jagoan atau pahlawan Amerika lebih dititikberatkan pada sosok manusia yang kuat secara fisik daripada seorang dengan tingkat intelegensi yang tinggi. Jika ditelaah lebih jauh ternyata hal ini berkaitan erat dengan keadaan penduduk awal Amerika atau yang sering disebut sebagai American Frontiermans.
Pada awal pendudukan Amerika sebagai sebuah benua baru, para pendatang memilki tantangan tersendiri untuk menaklukan alam yang liar untuk membangun perdaban mereka yang baru. Dalam hal ini, mereka dituntut untuk independen atau mandiri sehingga dapat memenuhi kebutuhan mereka sendiri karena tentu saja prasarana dan sarana umum pada waktu itu belum tersedia untuk mendukung kehidupan mereka di tanah yang baru. Sebagai contoh, mereka harus membangun rumahnya sendiri, kaum ibu membuat baju untuk keluarganya dan tiap rumah menyediakan obat-obatan pribadi bagi rumah tangga mereka. Untuk menghadapi kondisi alam yang keras seperti ini sangat dibutuhkan keadaan prima pada kondisi fisik mereka. Agaknya nilai independen tersebut diterjemahkan menjadi kekuatan fisik yang nyata pada sosok ideal American Frontiermans karena pada perkembangan selanjutnya, mereka bukan hanya harus menghadapi alam yang kejam tetapi juga penduduk asli Amerika yaitu kaum Indian.
Sosok ideal American Frontiermans telah mengilhami begitu banyak masyarakat Amerika kontemporer sehingga konsep pahlawan atau jagoan Amerika lebih fokus pada kekutan fisik seperti tercermin dalam industri film mereka. Rambo, Terminator, dan Superman adalah contoh beberapa judul film Amerika yang menunjukkan kenyataan tersebut, meskipun dalam hal ini terdapat beberapa pengecualian yang sedikit masih mengandungkan nilai-nilai intelegensi. Namun tidak dapat dipungkiri lagi kenyataan bahwa sosok ideal American Frontiermans telah menjadi inspirasi bagi konsep pahlawan Amerika modern yang merambah pada nilai-nilai masyarakatnya saat ini.
resume april
Training Pengembangan Diri
Sesi TPD kali ini membahas tentang pentingnya kemampuan emotional intelligence atau tentang bagaimana kita bisa mengendalikan emosi kita baik dalam diri pribadi maupun dalam berhubungan dengan orang lain. Pemimpin kadang lupa bahwa ia sedang memimpin manusia yang merupakan mahluk unik yang tidak bisa disamaratakan pendekatannya. Sebab itu, pemimpin harus mengetahui bagaimana cara berkomunikasim dengan anak buahnya yang merupakan kumpulan manusia-manusia berbeda. Hal ini akan menjadi sangat sulit bila dilakukan dalam organisasi-organisasi yang tidak memiliki ikatan yang jelas ataupun kuat. Yang lebih menakutkan lagi adalah penggunanan yang salah dari sebuah emotional intelligence yang tidak tepat puls bisa membuat kita terperangkap menjadi dissonant leader yang merupakan penghancur bagi organisasinya sendiri. Dalam artian, sang pemimpin tidak bisa membina hubungan baik dengan anak buahnya atau masih belum selesai dengan masalah emosional pribadinya sendiri sehingga tidak dapat mewujudkan situasi yang kondusif dalam organisasi yang lebih akan memunculkan friksi dan perpecahan yang merugikan.
Kajian Islam Kontemporer
KIK kali ini membahas kelanjutam materi fiqh prioritas. Babnay adalah prioritas pemahaman daripada hapalan. Sebagai contoh dalam berbagai pengambilan keputusan pemerintah di negeri ini yang kebanyakan mengalihkan aspek pemahaman dalam tiap pelaksanaanya. Kebijakan penggusuran misalnay, masyarakat belum dipahamkan mengenai mesensi, tujuan dan sebab diambilnya keputusan tersebut sehingga mereka berontak bahkan solusi dari kebijakan itupun menjadi tidak jelas. Contoh yang lain yang mungkin bisa saya ambil adalah penetapan SPP baru Unairn 2009. Mahasiswa dalam hal ini tidak dilibatkan untuk menjadi paham tentang esensi, tujuan adan penyebab dari kebijakan ini. Bahkan sekali lagi solusinya pun belum jelas. Terang saja jikalau protes terus menerpa pihak universitas.
Training Jurnalistik & Studi Pustaka
Training jurnalistik kali ini membahas teknik publikasi yang merupakan satu instrument penting dalam sebuah karya yang sebnarnya memilki fungsi sebagai sarana publikasinya sendiri. Seorang penulis harus bisa menjalin hubungan yang baik dengan pihak media atau penerbit agar bisa memperluas jaringan pemasaran karya-karyanya. Sedang dalam Studi Pustaka, kita bisa melihat salah satu contoh klasik buku kepemimpinan zaman dahulu ciptaan Dale Carnegie yang disebut-sebut sebagai pionir di bidang kepelatihan kepemimpinan. Dalam teorinya, Dale Carnegie mengatakan bahwa bagainan seorang pemimpin bisa menghimpunanak buahnya dalam sebuah hubungan yang baik akan memiliki korelasi yang positif terhadap organisasi yang dipimpinnya karena semakin nyaman orang berada dio suatu tempat, semakin besar kemungkin dia bisa mengeluarkan potensinay menjadi wujud hasiol kerja yang nyata.
Rabu, 01 April 2009
resume bulan maret
Dalam KIK kali ini tetap setia membahas buku fiqih prioritas karya Ustadz Yusuf Qaradhawi. Tema kajian hari itu adalah prioritas ilmu di atas amal. Artinya kita diharapkan memahami dulu ilmu tentang sesuatu yang harus atau akan kita kerjakan sehingga tidak terjadi keslahan yang mungkin sekali berakibat fatal bagi yang lain. Pentingnya pemahaman terletak pada bagaimana tugas itu akan dilakukan. Misalkan ketika seseorang akan menjadi pemimpin, dia harus memahami ilmu sebagai seorang pemimpin sehingga dia dapat memimpin dengan benar dan baik nantinya. Bayangkan saja jika seorang pemimpin tak bias memimpin, hancurlah organisasinya. Di sinilah letak urgensi ilmu daripada amal.
2. TPD
TPD bulan ini khusus regional IV Surabaya tetap membahas materi Leadership. Dalam resume sebelumnya saya sudah menjelaskan mengenai apa yang dimaksud five level leadership yang setelah dijelaskan oleh Pak Arief justru memberikan sebuah imaji yang berbeda bagi saya yang sedikit mempraktikannya dalam laboratorium sebenarnya. Bagi saya, bentuk yang tepat untuk five level leadership ini bukanlah lima tingkat yang semcam pyramid tetapi lebih pada satu kategori Leader di atas sebagai puncak dan empat criteria di bawahnya sebagai pondasi. Sebabnya terutama adalah empat criteria tersebut sebagai aspek pembangun dan alat dari level Leader. Kenapa disebut aspek pembangun ialah karena keempat hal tersebut bias menjadi gerbang bagi seseorang yang ingin memposisikan dirinya dalam sebuah laboratorium kepemimpinan yang nyata. Dikatakan sebagai alat karena sekalipun seseorang telah berada dalam posis leader , dia tetap membutuhkan keempat hal ini untuk menunjang kepemimpinannya karena tiap follower membutuhkan pendekatan yan berbeda-beda. Dalam pandangan saya, keempat criteria bawah tersebut adalah alat ynag harus digunakan untuk mencapai tujuan yaitu mencapai sebuah titik puncak di atasnya sebagai leader.
3. TJ dan SP
Dalam TJ kali ini dibahas bab gaya kepenulisan yang merupakan sesuatu instrument yang penting karena membedakan seorang penulis dengan lainnya. Gaya adalah sesuatu yang khas yang tidak bisa ditiru atau dipelajari. Yang bisa dilakukan hanyalah mempelajari gaya orang lain untuk menambah khasanah bagi gaya kepenulisan kita sendiri.
Sedang dalam SP dibahas bab kepemimpinan yang tak jauh berbeda dari sesi TPD. Dibahas bagaimana pengaruh dapat mendefinisikan kepemimpinan dengan begitu lancer.
4. DT
Dalam DT kita dijelaskan tentang sejarah sains umat dimana kita pernah mengalami masa kejayan. Namun sayangnya saat ini kita berada dalam masa kesuraman. Secara sudut pandang filsafat dapat dikatakan kemajuan sains diawali dengan kemajuan ideology dan pemikiran. Hal inilah yang belum dimiliki umat ini.
5. DPK
Sesi kali ini kami dihadirkan bagaiman prospek sebagai anggota legislatrif.
Begitu banyak tantangan yang harus dihadapi dean sudah merupakan tugas seorang pemimpin melaksanakan tanggung jawab ini. Bukan saja dalam ranah eksekutif.
Rabu, 25 Maret 2009
Negara Impian Amerika
Dengan diangkatnya Obama sebagai presiden kulit hitam pertama, harapan baru bahwa amerika akan semakin terbuka telah muncul di kalangan penduduk amerika dan dunia. Padahal dalam kehidupan di dalam masyarakat amerika sendiri, masalah-masalah perbedaan ras, kemiskinan dan kriminalitas masih menjadi topik utama. Konsep impian amerika yang dibangun di atas masyarakat amerika yang beraneka ragam sebenarnya telah membawa amerika kepada masalah baru karena kontrol yang sulit diantisipasi untuk mempersatukan poerbedaan-perbedaan itu dalam masyarakat amerika yang senantiasa bertambah jumlahnya sebagai dampak membludaknya imigrasi.
Identitas nasional amerika yang telah lama menjadi perdebatan dalam kehidupan amerika saat ini semakin menemukan keruwetannya. Semakin banyak masyarakat yang bergabung dalam masyarkat amerika sama artinya semakin banyak konflik kebudayaan akan lahir dalam konsep identitas nasional amerika. Bukan rahasia jika maenyatukan berbagai unsur keamerikaan dalam sebuah wadah bernama amerika itu sangat sulit. Jarak pengertian antara masyarakat penghuni amerika dengat pendatang atau kaum imigran terlalu sulit ditemukan persinggahannya. Belum lagi begitu bayak masalah sosial dan ekonomi yang dihadapi amerika dalam masa krisis ini.
Pemerintah amerika seharusnya telah menyadari potensi dari masalah immigrant ini. Lebih jauh lagi konsep negara impian amerika harus dikaji ulang oleh amerika sendiri. Apabila amerika masih bersikeras membuat propaganada melalui media dengan tipuan mereka, masalah-masalah yang mereka hadapi tentang para imigran ini jusatru takkan pernah selesai dengan arus pendatang yang berkelanjutan terus. Amerika harus memilih antara mempertahankan citranya atau mengambil langkah strategis yang menghancurkan konsep impian amerika demi terselesainya masalahnya tersebut.